KOMPASPAPUA.COM – Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, sebagian besar penduduk Muslim di wilayah Maluku dan Papua yang merupakan pendatang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing. Meski demikian, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Maluku-Papua diprediksi tetap mengalami peningkatan selama periode tersebut.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Maluku Papua, Awan Rahardjo, menyampaikan bahwa terdapat prediksi kenaikan konsumsi BBM pada masa menjelang Lebaran 2026. Periode yang menjadi perhatian berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.

“Prediksi kenaikan ini berdasarkan data historis dan tren sebelumnya. Ada wilayah-wilayah yang cukup heterogen di Maluku-Papua sebagai pusat perayaan Lebaran sehingga konsumsi diperkirakan meningkat,” ujar Awan saat konferensi pers di Jayapura, Jumat (13/3/2026).

Awan menjelaskan, beberapa jenis bahan bakar utama diproyeksikan mengalami peningkatan konsumsi. Untuk kategori gasolin atau bensin diperkirakan naik sekitar 3,8 persen, minyak tanah meningkat 4,5 persen, dan bahan bakar pesawat atau avtur naik 1,5 persen. Selain itu, penggunaan tabung liquefied petroleum gas (LPG) juga diprediksi mengalami lonjakan cukup signifikan hingga 17,5 persen.

Menurutnya, kenaikan konsumsi tersebut terutama terjadi di sejumlah kota yang memiliki komposisi masyarakat heterogen dan menjadi pusat perayaan Idul Fitri. Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas antara lain Jayapura, Manokwari, Sorong, Ambon, serta Ternate.

Aktivitas masyarakat selama hari raya, seperti kegiatan memasak dan persiapan konsumsi keluarga, diperkirakan meningkat di daerah-daerah tersebut. Hal ini turut mendorong peningkatan kebutuhan energi, khususnya minyak tanah dan LPG.

Di sisi lain, sejumlah kawasan wisata juga diperkirakan mengalami kenaikan penggunaan BBM karena meningkatnya kunjungan selama masa libur Lebaran. Wilayah yang termasuk dalam kategori ini antara lain Raja Ampat dan Banda Neira.

Meski beberapa jenis bahan bakar mengalami kenaikan, Awan menyebutkan terdapat kemungkinan penurunan konsumsi pada jenis BBM tertentu. Penggunaan gasoil atau solar diperkirakan turun sekitar 10,6 persen, sedangkan BBM untuk sektor industri diprediksi menurun sekitar 3,5 persen.

“Selama periode Ramadhan dan Lebaran ini kami telah membentuk satuan tugas untuk memastikan distribusi energi berlangsung baik dan lancar,” kata Awan.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, Pertamina Maluku Papua telah melakukan penambahan atau penguatan stok (build up stock) sejak awal Februari 2026.

Selain itu, seluruh infrastruktur Pertamina di wilayah Maluku-Papua dipastikan siap mendukung distribusi energi bagi masyarakat. Saat ini, Pertamina memiliki 21 fuel terminal, 2 terminal LPG, 12 aviation fuel terminal, serta 2 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) nonsubsidi di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, jaringan lembaga penyalur energi juga dipastikan tetap beroperasi penuh selama masa libur Lebaran. Di wilayah Maluku-Papua terdapat 467 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 39 SPBU nelayan, 228 pertashop, 30 agen LPG, 2 SPBE, serta 131 agen minyak tanah.

“Meskipun nanti banyak hari libur, lembaga penyalur ini tidak akan libur. Mereka akan tetap bersiaga untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Awan.